Berdakwah dan Mendidik dengan Pemberian Contoh

Berdakwah  dan Mendidik dengan Pemberian Contoh

Artinya: “ Apakah kamu menyuruh orang melakukan aneka kebajikan dan kamu melupakan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca kitab suci. Tidakkah kamu berakal?” ( Surat al Baqarah ayat 44)

 

Asbabun Nuzul

Dari Al Wahidy dan Ats Tsa’laby dari Al Kalby dari Abi Shalih dari Ibnu Abbas, berkata: Ayat ini turun untuk Yahudi Madinah, dimana mereka pada berpesan kepada mertuanya, kerabatnya, dan keluarganya mereka yang telah masuk Islam, agar berpegang teguh kepada Islam dan supaya berpegang teguh atas peintah-perintah Nabi, karena dialah yang benar. Mereka perintah kawannya-kawannya, sedangkan mereka tidak mau mengerjakannya.4

 

Tafsir Al Misbah

Kata (al birr) berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniawian atau akhirat, maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup 2 hal; kebajikan dalam beribadah kepada Allah swt, kebajikan dalam melayani keluarga dan kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thair Ibn asyur. Apa yang dikemukakan itu belum menyakup semua kebajikan, karena agama menganjurkan hubungan serasi dengan Allah, sesame manusia, lingkungan serta diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut adalah kebajikan.5

Kata (anfusakum) adalah bentuk jamak dari kata (nafs). Ia mempunyai banyak arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang dimaksud disini adalah diri manusia sendiri.

Kandungan Ayat

Ayat ini mengandung kecaman kepada setiap penganjur agama yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang dianjurkannya. Ada dua hal yang disebut dalam ayat ini seharusnya menghalangi pemuka-pemuka agama itu melupakan diri mereka. Pertama bahwa mereka meyuruh orang lain berbuat baik. Seseorang yang memerintahkan sesuatu pasti dia mengingatnya. Sungguh aneh bila mereka melupakannya. Yang kedua adalah mereka membaca kitab suci. Bacaan tersebut seharusnya mengingatkan mereka. Tetapi ternyata keduanya tidak menghiraukan sehingga sungguh wajar mereka dikecam.

Walaupun ayat ini turun dalam konteks kecaman kepada para pemuka agama Bani Isra’il, tetapi ia tertuju pula kepada setiap orang terutam para mubaligh dan para pemuka agama.

Kesimpulan

Dalam surat Al Baqarah ayat 44 menerangkan tentang etika dalam dakwah. Dakwah adalah ucapan dan perbuatan. Dakwah akan gagal apabila dua komponen tersebut tidak berjalan bersamaan. Dakwah bisa dilakukan oleh semua orang, dimanapun dan kapanpun dia berada. Begitupula didalam sebuah keluarga, mendidik anak juga merupakan sebuah ladang dakwah.

Dalam ayat diatas dapat diambil hikmah tentang etika dakwah yang bisa diaplikasikan dalam pendidikan terhadap anak.  Bahwasanya, orang tua dalam berdakwah disamping mendidik dengan pemberian perintah, orang tua juga diharuskan memberikan pendidikan tersebut dengan pemberian contoh. Misalnya, seorang ayah menyuruh anaknya untuk sholat berjamah di masjid, ayah tersebut setidaknya memberikan contoh dengan mengajaknya ke masjid dan selanjutnya dibuat sebuah rutinitas akan hal tersebut. Dengan terus melakukan ajakan dan pemberian contoh secara rutinitas, kemungkinan dakwah tersebut akan berhasil.

Permasalahan besar kegagalan dalam berdakwah adalah banyaknya orang tua terlalu mendikte anaknya tanpa memberikan contoh terlebih dahulu. Karena ketika dalam mendidik anak, arah perintah atau ajakan untuk mengerjakan sesuatu tidak sejalan dengan pemberian contoh yang baik, maka hal tersebut bukan lagi dakwah, bahkan akan mendatangkan murka Allah swt yang sesuai dengan ayat diatas.

4 Rohadi Abu Bakar, Terjemah Lubabun Nuzul fi Asbabun Nuzul.(Semarang: Wicaksana-Berkah Ilahi, 1989

Hal. 9-10

5 M. quraish shihab. op. cit.,  Hal. 178-180

By : Kana Imanu C. S. Pd.I

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: