Kisah-Kisah Bermakna

Hasan Bashri dan Gadis Kecil

Hasan Bashri, seorang tabiin terkemuka, sedang duduk di teras rumahnya. Tak lama kemudian, lewat iringan jenazah dengan rombongan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda yang sedang diusung, berjalan seorang gadis kecil sambil terisak-isak. Ia adalah putrid orang yang sedang meninggal itu.

Keesokan harinya, usai shalat shubuh, gadis kecil itu bergegas lagi ke makam ayahnya. Hasan Bashri mengikutinya sampai ke makam. Ia bersembunyi di balik pohon, mengamati gerak –gerik gadis kecil itu secara diam-diam. Gadis kecil itu berjongkok di depan gundukan tanah. Sejurus kemudian, ia mereatap dengan kata-kata yang terdengar jelas oleh Hasan Bashri. (Read more.,)

Live is Simple

Hidup itu sederhana; ambil keputusan, lakukan dan jangan menyesalinya. Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.” (Read more.,)

 

Renungan Malam

 

Dulu kala ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda & menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya.

Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya & melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Dia melaju & terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin.

Ketika lapar & letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya & dia menjadi begitu kelelahan & hampir mati. (Read more.,)

  • Trackback are closed
  • Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: